Klik Download
jam
Sabtu, 19 November 2011
Kamis, 17 November 2011
Rabu, 16 November 2011
Adik-adik saya yang hatinya baik,
Berikut adalah 5 tanda bahwa Anda bukan jiwa sederhana, bahwa Anda disiapkan bagi peran membesarkan kehidupan:
1. Anda memiliki mimpi-mimpi yang besar.
... 2. Anda menyukai sesuatu secara ekstrem.
3. Anda memiliki kecenderungan untuk mengkritik.
4. Anda memprotes perlakuan orang lain yang tidak menghormati Anda.
5. Anda tersiksa antara impian yang besar dan kenyataan hidup yang lamban.
Yang manakah Anda?
Yang manakah yang paling dominan menjadi sifat Anda?
Doa saya bagi keberhasilan Anda.
"Seburuk-buruknya masalah sebelum pernikahan, tidak lebih besar daripada masalah di dalam pernikahan."
Jika hubungan "cinta" (mungkin hanya istilah saja ya?) sebelum pernikahan Anda, telah menjadikan Anda pengumpat dan penyerapah, Anda harus bersiap-siap hidup dalam neraka dunia,
KECUALI
...
jika Anda berdua memperbaiki pekerti dan berlaku dengan keindahan sebagaimana yang diharapkan oleh cinta.
"Wanita yang baik untuk pria yang baik, dan sebaliknya."
Maka,
Seorang yang kasar dan pengumpat, tidak sesuai bagi Anda yang hatinya lembut dan penuh kasih.
Tegaslah.
"Hidup Anda terlalu penting untuk disia-siakan bersama orang yang salah."
Tuhan telah menyiapkan satu koleksi belahan jiwa yang lengkap bagi Anda, yang kelas-kelasnya disesuaikan dengan tingkat keindahan pekerti Anda.
Sekarang …
Indahkanlah pekerti Anda, agar Tuhan menghadirkan belahan jiwa yang keindahannya sesuai.
"Pantaskanlah diri Anda bagi sebaik-baiknya belahan jiwa."
Untuk engkau yang merindukan kedamaian,
bisikkanlah …
Tuhanku Yang Maha Penyayang,
... Kini aku mengerti,
aku menjadi jiwa yang damai,
bukan karena aku berhasil memadamkan
semua kontradiksi di dalam diriku,
tetapi karena aku justru
menggunakan kegelisahan hatiku
untuk menjadikanku lebih sabar
dan lebih mengerti maksud di balik kesulitan
yang kau hamparkan sebagai jalan naikku.
Tuhanku,
Aku mohon Engkau mendamaikanku,
atau menggelisahkanku dengan kesulitan
yang memuliakanku.
Bangunkanlah aku sebagai jiwa yang damai,
yang lebih siap bagi pemuliaan dariMu.
Aamiin
Selasa, 15 November 2011
Kemaun yang akan mendorong kita
Dalam Subuh yang damai ini, kami menyadari bahwa bukan rendahnya temperatur yang paling membekukan kehidupan, tapi rendahnya keberanian.
Telah banyak jiwa yang sejatinya pandai, berbakat, dan berimpian tinggi - yang membeku karena rasa takut.
Apa pun yang direncanakannya, apa pun kelengkapan persiapannya, dan apa pun yang telah didoakannya kepada Tuhan dan yang dimintakan nasehatnya dari sesaman...ya, dia tetap tidak bergerak.
Rasa takut membekukan selincah-lincahnya hati, mengkakukan sefasih-fasihnya lidah, melumpuhkan sesehat-sehatnya tubuh, dan memandulkan seindah-indahnya bakat.
Tuhan kami Yang Maha Melapangkan,
Tenagailah kesungguhan kami untuk menjadi jiwa-jiwa yang damai dalam keikhlasan untuk melakukan yang harus kami lakukan untuk menjadi semakin Kau kasihi, dan menghindari yang menjadikan kami merasa jauh dari kasihMu.
Tuhan kami Yang Maha Perkasa,
Bebaskanlah kami dari rasa takut ini, murnikanlah keikhlasan kami kepada tuntunan kebaikanMu, besarkanlah keberanian kami untuk melakukan yang justru kami takuti, dan luaskanlah pandangan hati kami - agar tak ada masalah yang tampil lebih besar daripada kemampuan kami dan daripada pendampinganMu.
Engkaulah Tuhan kami,
Damaikan, kuatkan, dan beranikan hati kami - untuk memenuhi harapanMu - agar kami menjadi sebaik-baik manusia, yang bermanfaat bagi sesama kami.
Aamiin
KETEPATAN SIKAP MENENTUKAN KUALITAS HIDUP
Sahabat saya yang baik hatinya,
Sikap menentukan pilihan tindakan.
...
Tindakan menentukan hasil.
Hasil menentukan kemampuan untuk membiayai kehidupan.
Sehingga,
Ketepatan sikap menentukan kualitas hidup.
Dengannya,
Orang yang tidak mengubah sikapnya, tidak akan mampu mengubah hidupnya.
Betapa pun kerasnya dia bekerja, jika dia tidak menjadikan dirinya diterima dengan baik oleh lingkungannya, dia akan tetap tidak dihargai.
Betapa pun kerasnya dia mengeluh, jika dia tidak segera berhenti membenci pelajaran dan pekerjaan, kesulitannya tidak akan berkurang.
Maka, sekali lagi
Ketepatan sikap menentukan kualitas hidup.
Maka, marilah kita membaikkan sikap kita, sebaik kehidupan yang kita harapkan.
Semoga hari ini, Tuhan melebarkan gerbang menuju taman kesejahteraan dan kebahagiaan bagi Anda dan keluarga terkasih.
Hanya untuk diresapi
Adik-adik saya yang baik hatinya,
Sesungguhnya tugas Anda adalah mengubah keharusan hidup Anda,
dari pribadi yang MENUNGGU, menjadi pribadi yang DITUNGGU.
...
Janganlah lama-lama menjadi pribadi yang MENUNGGU diberi, menunggu dikasihani, menunggu diperhatikan, menunggu diperlakukan adil, menunggu digaji, menunggu dinaikkan pangkat, dan menunggu diperhatikan.
Belajar dan bekerja keraslah dalam kejujuran dan niat untuk menjadi keuntungan bagi sesama, bersabarlah menghadapi kesulitan, peliharalah rasa hormat Anda kepada orang tua dan guru, bergaullah dengan orang-orang baik, peliharalah kedekatan dengan Tuhan, dan damaikanlah wajah dan hati Anda dengan rasa syukur.
Mudah-mudahan dengannya, Anda akan segera menjadi pribadi yang DITUNGGU.
Hemm … DITUNGGU membayar gaji, ditunggu kehadirannya, ditunggu nasehatnya, ditunggu bantuannya, ditunggu perlindungannya, ditunggu kepemimpinannya, dan ditunggu pembahagiaannya.
Maka bersegeralah belajar dan bekerja.
Kita semua memang sedang menunggu rahmat Tuhan, tapi ...
Anda yang sibuk selama menunggu, akan menjadi pribadi yang ditunggu.
Langganan:
Postingan (Atom)